Tarutung semoa orang pasti tau kata ini. Bila kita mengatakan Tarutung, pasti yang ada dipikiran kita yaitu Salib Kasih dan Nomensen. Memang itu hal yang paling terkenal dari daerah tersebut. Minggu kemarin aku dan temen² berencana ntuk jalan-jalan, tapi ngga tau ke tempat mana, tanpa pikir panjang ada temen yang nyarani ke Tarutung aja dan yang laen juga pada setuju.
Hari Sabtu kemaren kami pun berangkat menuju TKP. Waktu perjalanan dari Laguboti hingga Siatas Barita (nama tempat dimana Salib Kasih berdiri) memakan waktu hingga 2 jam-an la kurang lebih itu masih di bawah nya(pekarangan Salib Kasih), ke atas kita harus berjalan kaki lagi sekitar 30 menit la klo jalan nyantai.
Oh iya, sekarang klo kita hendak ke atas kita harus merogoh kantong sekitar Rp. 2000,-
Untuk memudahkan pengujung, pihak pengurus Salib Kasih memedakan antara jalan naik dan jalan turun. Mungkin ini dibuat agar tidak terjadi desak-desakan antarpengunjung, baik yang naik maupun yang hendak turun dari Salib Kasih tersebut. Selain itu jalan nya juga uda di perbaiki, soalnya pernah aku datang ke tempat ini pertama kali, jalan nya masih bertangga² jadi agak susah jalannya. Nah, klo sekarang jalannya itu uda ngga bertangga² lagi
.
Hal yang paling menyenangkan yang aku rasa yaitu sepanjang jalan dari bawah menuju
keatas kita bisa melihat pemandangan yang indah selain itu, ada juga 10 hukum taurat yang sengaja dipajang supaya setiap pengunjung dapat membacanya.
Selain hukum taurat yang 10 itu, ada juga ayat² yang sengaja ditulis untuk memperindah tempat itu. Dan juga ada tempat duduknya juga yang sering digunakan sebagai tempat beristirahat bila kecapekan di tengah jalan
.
Setelah perjalanan 2 hari 2 malam tanpa berhenti, sampai lah kami di tempat yang kami tuju yaitu sebuah Patung Salib. Selain itu, terdapat juga Kamar doa yang dapat digunakan pengunjung untuk berdoa.
Suasana yang sejuk ditambah dengan rimbunya pepohonan menambah teduhnya tempat ini. Kemudian setiap hari minggu di salib kasih juga diadakan kebaktian minggu, tapi aku kurang tau pasti kapan waktu²nya.
————————
Setelah dari Salib kasih kami pun kembali melanjutkan perjalanan kami, tapi setelah makan siang tentunya(tapi kami makan siang sekitar 14.30
). Kami memutuskan untuk melihat liang boru Situmandi Hutabarat yang sangat terkenal itu. Konon liang ini memiliki sejarah, namun aku kurang taw juga gmn pastinya cerita tersebut. Tapi aku agak tau² dikit la
“Katanya konon boru Situmani ini menjain cinta dengan seorang lelaki tampan namun pada akhirnya si lelaki yang tampan tersebut merupakan jelmaan dari seekor ular. Kemudian mereka berdua pergi menuju liang tersebut dan hingga saat ini belum juga kembali “.
kek² gitu la ceritanya yang aku denger, tapi klo ceritanya salah mohon di koreksi yak
Ternyata tempat tersebut mengalami kerusakan dikarenakan gempa yang telah terjadi beberapa waktu lalu. sehingga liang tersebut agak menurun kebawah. Informasi tersebut kami dapatkan dari warga setempat. tapi mengenai sejarahnya terlalu banyak versinya jadi agak males nanya ke mereka
. Tapi saran aku yak, klo mo kesana kudu mikkir tuju keliling la soalnya,begh?? tempatnya ngga ada yang ngerawat, katanya objek wisata tapi apa? masa tidak ada yang merawat ato ngga, ngebersihin dari sampah² yang berserakan
. Ato mungkin mereka sengaja membiarkannya (sampah²) biar agak kelihatan nature nya gitu kali yak??
.
Itu dlu yang bisa aku share kali ini, mungkin aku akan melanjutkan di pengalaman jalan² laen kali
0.000000
0.000000